Kegiatan Nutrition International di SMKN 1 Banyuwangi 2019
Oleh : on 10 Aug 2019 at 04:22:16 AM

SMKN 1 Banyuwangi - Pemenuhan nutrisi dan kesehatan pada remaja putri. Didukung lembaga kesehatan internasional Nutrition International (NI), Banyuwangi menggelar Kampanye Bebas Anemia yang diikuti ratusan remaja putri di SMKN 1 Banyuwangi, Kamis (18/7/2019). Dalam sambutannya Kepala SMK Negeri 1 Banyuwangi menyampaikan ucapan Terima kasih kepada semua tamu undangan yang sudah hadir ke SMKN 1 Banyuwangi yang sudah terpilih dari sekian banyak sekolah di Banyuwangi.  Sekolah kami memiliki 1500 an remaja putri, sehingga program pencegahan anemia ini memang diperlukan. Semoga dengan adanya program pencegahan anemia ini anak didik kami khususnya remaja putri terbebas dari anemia. Semoga kunjungan ini juga memberikan manfaat dan wawasan baru kepada sekolah beserta anak didik kami. 

Hadir dalam kampanye tersebut Presiden Direktur & CEO Nutrition International Joel Spicer, Wakil Duta besar Australia untuk Indonesia Allaster Cox, dan Ketua TP PKK Banyuwangi Dani Azwar Anas yang merupakan istri Bupati Banyuwangi. Dikatakan Joel, anemia masih menjadi momok menakutkan terutama bagi para wanita. Sebanyak 600 juta perempuan di dunia harus menderita anemia. Padahal, PBB menargetkan pada tahun 2025, harus diupayakan penurunan angka tersebut sebesar 50 persen. "Adapun angka anemia di Indonesia sebesar 40 persen," ujar Joel dalam kampanye tersebut. Dalam kesempatan itu, Joel mengaku sangat senang bisa mendukung program kesehatan yang telah berjalan di Banyuwangi. Banyuwangi sendiri dinilainya sebagai salah satu daerah yang mempunyai perhatian tinggi pada kesehatan warganya khususnya remaja putri dan Ibu hamil. “Kami mendukung program-program yang telah dijalankan Banyuwangi. Kami memberi apresiasi pada Banyuwangi yang peduli pada isu ini, sehingga kami pun menggelar kampanye di sini,” kata Joel.

Dukungan yang diberikan oleh NI di antaranya memberikan asistensi teknis dan pelatihan kepada tenaga kesehatan tentang pencegahan anemia dan memastikan program tersebut berjalan. Juga memberi pengetahuan tentang gizi berimbang bagi remaja dan kaum ibu. Sementara itu, Ipuk Fiestiandani menjelaskan bahwa Banyuwangi telah memberi perhatian lebih pada pemenuhan nutrisi bagi kesehatan remaja putri. Hal ini dilakukan mengingat pentingnya hal tersebut. “Kecukupan nutrisi sangat penting bagi perempuan mengingat peranan mereka yang semakin besar seiring dengan perjalanan hidupnya. Mulai menjadi pelajar hingga kelak saat berumah tangga,” kata Dani, panggilan akrabnya. Dani menjelaskan bahwa kampanye tentang pemenuhan nutrisi bagi remaja putri telah dilakukan sejak 2016. Tidak hanya pada masalah pemenuhan zat besi, namun mulai yodium hingga nutrisi secara menyeluruh. Dani lalu mencontohkan program Anak Tokcer, Si Jari Merah (Generasi Remaja Putri Merdeka dari Kurang Darah), hingga program pemenuhan garam yodium yang didistribusikan lewat penjual sayur.

TINGGALKAN KOMENTAR
KOMENTAR
0